Membuat E-Paspor – Cara dan Tips

E-Paspor kepanjangannya Elektronik Paspor. Artinya di Paspor tersebut ada chip yang bisa langsung di tap kalau di bandara jadi ga usah antri di bagian imigrasi (katanya). Gw belum pernah coba jadi belum tau 😛

Dan manfaat paling hits dari E-Paspor ini adalah bebas visa ke Jepang! Yey!

Sebenernya tetap harus daftar ke Kedutaan Jepang sih, jenis visanya disebut Visa Waiver. Yah, still better daripada harus apply2 visa kan.

Inilah alasan gw buat E-Paspor, I believe dalam 5 tahun ke depan gw pasti ke Jepang. Amin. Furthermore, I hope that in the next five years there will be more countries available for Visa Waiver. Maybe Korea? Australia? Amin. Harapanlah yang mengalahkan segalanya, termasuk kenyataan bahwa harga E-Paspor ini lebih mahal hampir dua kali lipat dari paspor biasa. Hehe. Biayanya Rp 655.000 + administrasi bank Rp 5.000 = Rp 660.000

By the way, despite its name Electronic Passport, we can’t apply E-Passport via electronic/online. Ironi. Kita harus datang langsung atau Walk-In. Dan, kantor imigrasi yang bisa menerbitkan E-Paspor baru DKI Jakarta, Surabaya dan Batam.

Gw berhasil membuat E-Paspor ini setelah tiga kali percobaan. Fiuhhhh. Kenapa sampe tiga kali?

Pertama : Di Kantor Imigrasi Jakarta Pusat – Gw datang kesiangan jam 06.30, kuota sudah habis (sehari cuma 100). Ya udahlah, udah dateng sekalian gw minta satpam ngecekin berkas gw deh. Eh ternyata gw salah bawa KK dong, yang kebawa KK lama yang NIK-nya beda dengan KTP. Gw harus minta KK baru dikirimin dari rumah.

Kedua : Di Kantor Imigrasi Jakarta Barat – Setelah menguatkan diri (karena males bangun pagi), dua bulan kemudian gw mencoba lagi di kantor imigrasi yang ini karena kata temen gw kuotanya lebih banyak. Gw sampe jam 05.15, dapet nomor antrian 14. Setelah nunggu hampir 3 jam, habis briefing dari petugas baru ketahuan ternyata gw harus pulang lagi karena gw ga punya Surat Rekomendasi Atasan/Perusahaan (I’ll explain this later). Padahal sebelumnya gw udah tanya temen gw yang udah bikin disini, katanya ga pake surat beginian ga apa-apa. Tapi sekarang udah diwajibkan.

Ketiga : Di Kantor Imigrasi Jakarta Barat – It is true that Third Attempt is a Charm.

Langkah-langkahnya sebagai berikut:

  1. Begitu datang langsung tulis nama di daftar antrian di kertas yang biasanya disiapkan oleh orang yang pertama dateng. (Hari itu gw dateng jam 5.15 dapet urutan 21)
  2. Pintu Gerbang dibuka sekitar jam 06.00, setengah jam sebelumnya biasanya ada tukang parkir yang ngatur-ngatur suruh baris per 10 orang. Jadi pas pintu gerbang dibuka udah gampang masuknya. Kalau orangnya ga baris entar ga kebagian nomor antrian lho.
  3. Setelah pintu gerbang dibuka, satpam akan memberi kita nomor antrian resmi di secarik kertas (Nomor antrian gw naik dikit jadi 19). Kita langsung masuk dan menunggu di dalam. Tapi yang mau makan dulu juga bisa, masih ada jeda waktu sekitar 1,5 jam.
  4. Pintu area pelayanan dibuka sekitar jam 07.30. Beberapa saat sebelumnya pasti ada pengarahan dari petugas mengenai syarat-syarat apa saja yang harus dibawa dan ada sesi tanya jawab. Kalau ada yang tertinggal boleh pulang dulu, tapi kalau baliknya nomor antrian sudah lewat harus ambil nomor antrian baru, dan pasti udah sampe 100-an jadi percuma.
    P_20160323_062111
    ruang tunggu pertama – tempat briefing

  5. Setelah pintu dibuka kita nunggu nomor antrian kita dipanggil melalui speaker. Biasanya dipanggil per 5 nomor antrian. No 1-5, 6-10, dst.
    P_20160323_100205
    pintu masuk area pelayanan – speaker berfungsi, tv pajangan doank

     

  6. Ketika nomor kita dipanggil segera menuju ke area yang mirip area teller di bank. Ada 3 barisan yang dipisah untuk Walk-In, Online, dan Priority. Disini berkas-berkas kita diperiksa dan kita dikasih formulir untuk diisi beserta nomor antrian baru untuk counter wawancara dan foto. Di sinilah saatnya bilang ke petugas kalau kita mau buat E-paspor, jadi di formulirnya akan dicap tulisan E-Paspor.
  7. Saatnya mengisi formulir yang udah dikasih. Kalau bingung bisa nanya ke petugas. Pasti ngisi formulir ini gw salah pula isi data dan alamat pekerjaaan di kolom alamat tempat tinggal. Hadeuh. Akhirnya gw tuker tuh di kolom data dan alamat pekerjaan gw isi alamat tempat tinggal. Terus gw kasih panah atas bawah gitu, tanda tertukar. Untungya gakpapa hehehe.
  8. Nunggu lagi dipanggil untuk wawancara dan foto. Nomor antrian gw 2-027. Gw perhatiin nomor antriannya ada 3 jenis, jadi yang depannya 1, 2, sama 3. Perkiraan gw sih yang depannya 2 tuh buat e-paspor, dan yang depannya 3 tuh buat paspor biasa. Kalau yang depannya 1 agak sepi jadi ga tau buat apa. Tapi ini analisa sotoy gw, bisa jadi gw salah. Haha. Per orang prosesnya agak lama sih ini, pas gw terima nomor aja yang dipanggil baru sampe 2-003. Di tengah ruang tunggu ada monitor gede yang nampilin yang dipanggil nomor berapa dan ke counter berapa. Terus dipanggilnya lewat speaker tiga kali. Kalau ga ada mungkin di skip. Waktu gw nunggu ada beberapa yang dipanggil ga ada, seneng deh gw, jadi giliran gw bisa lebih cepet. Hahaha.
  9. Setelah dipanggil langsung menuju ke counter yang ditentukan. Total ada 6 counter. Ternyata 1 counter tuh dibagi 2 bagian dengan 2 petugas. Pertama kita ke petugas 1 ngasih berkas, terus diwawancara, terus scan sidik jari, terus difoto. Habis itu kita dioper ke sebelahnya ke petugas 2. Petugas 2 scan berkas kita, terus isi data kita ke komputer, terus print out bukti daftar untuk ditunjukkan ke bank pas bayar. Jadi 1 counter bisa melayani 2 orang gitu overlap.
  10. Pulang!

Panjang juga kan prosesnya. Gw dateng jam 5.15 beres jam 10 lewat. Berarti 5 jam gw habiskan disitu. Untung gw bawa stok drama korea di Hp, jadi sambil nunggu bisa nonton. Hehehe.

Tapi prosesnya belum selesai sampe disini lho. Bayarnya harus di Bank BNI dan bisanya keesokan harinya. Terus 7 hari kerja kemudian baru bisa diambil paspornya. Dan mau ambil paspor pun antri lagi. Ckckck.

Masing-masing Kantor Imigrasi mungkin ada perbedaan dalam tata cara antrian, tapi kurang lebihnya harusnya sama.

Syarat-syarat berkas dan kelengkapan buat E-Paspor:

  1. Kartu Keluarga Asli dan Fotokopi A4
  2. KTP Asli dan Fotokopi A4 (jangan dipotong)
  3. Akte Kelahiran Asli dan Fotokopi A4
  4. Paspor Lama dan Fotokopi A4 (jangan dipotong) bagi yang sudah pernah punya sebelumnya
  5. Surat Ganti Nama bagi yang pernah ganti nama
  6. Bagi yang KTP-nya di luar DKI Jakarta WAJIB melampirkan Surat Domisili dari RT tempat tinggal di Jakarta/Surat Domisili dari Pengelola Apartemen bagi yang tinggal di apartemen/Surat Rekomendasi Perusahaan bagi karyawan/Kartu Mahasiswa bagi mahasiswa

Untuk Surat Rekomendasi Perusahaan gw pakai format seperti ini:

Selanjutnya gw mau kasih TIPS untuk yang mau bikin E-Paspor. Setelah pengalaman gw 3 kali bolak balik bolehlah ya gw kasih TIPS.

  • Datang sepagi mungkin. Kalau mau jam 4 pagi boleh. Dapet nomor antrian di bawah 5 lah. Tapi jam 5 pagi pun udah optimal menurut gw dan bakal dapet nomor antrian di bawah 20 tergantung hari itu rame atau ga.
  • Hari yang akan lebih rame daripada biasanya adalah H-1 tanggal merah dan H+1 tanggal merah. Hari Senin dan Jum’at juga sepertinya lebih rame daripada Selasa Rabu Kamis.
  • Wajib memakai pakaian rapi (kemeja/berkerah dan celana panjang) dan bersepatuNo Excuse. Saran gw sih yang cewek ga perlu pakai high heels lah ya, entar capek nunggunya berdiri lama, terus kan yang difoto entar mukanya doank. Tapi terserah sih, namanya juga saran. Siapa tau ada yang ga bisa keluar rumah kalau ga pake high heels :p
  • Hindari memakai baju berwarna putih untuk pengambilan foto, karena backdrop foto di Kanim rata-rata berwarna putih.
  • Prepare everything. Siapin semua berkas sehari sebelumnya dan pastiin ga ada yang tertinggal jadi ga perlu bolak balik pulang dulu supaya ga kelewat antriannya. Jangan lupa fotokopi yang perlu difotokopi karena antrian fotokopi disini panjang bingit. Jangan lupa bawa pulpen (tinta hitam) sendiri biar gampang.
  • Semua berkas asli (Akte, KK, KTP,dsb) HARUS dibawa. Kalau hilang buat surat kehilangan dari kepolisian.
  • Semua fotokopian berkas harus berukuran A4. Jadi untuk KTP dan paspor lama fotokopinya jangan dipotong.
  • Berkas jangan sampai ketinggalan. Di percobaan gw yang ke-2 berkas gw taroh di map terus ditenteng di tangan. Alhasil waktu pergi berkas ketinggalan di kos, waktu pulang ketinggalan di kursi tunggu. Jadi bolak balik 6 kali dalam sehari. Di percobaan ke-3 langsung berkas gw masukin semua dalam tas. Biarin kusut yang penting ga ketinggalan.
  • Standby di lokasi. Jam 05.30 biasanya udah mulai baris jadi pastiin kalian udah dateng beserta seluruh anggota keluarga yang mau bikin paspor juga. Karena yang ga ada di barisan ga dapet nomor antrian satpam. Tapi ada juga ibu-ibu yang anaknya belum dateng bisa ngambilin nomor antrian dulu, tapi kayaknya tergantung satpamnya. Soalnya di kedatangan gw yang ke 2 satpamnya ga boleh, di kedatangan gw yang ke 3 satpamnya bolehin.
  • Pembuatan paspor tidak boleh diwakilkan. Alias orang yang mau bikin paspor harus dateng. Ya iyalah kan ada foto dan sidik jari segala, ga perlu dipertanyakan lagi.
  • Siapin makanan dan minuman dan bahan bacaan/tontonan/atau apapun yang bisa membantu melewatkan waktu menunggu supaya ga mati gaya. 😀
  • Untuk orang tua di atas 70 tahun dan anak di bawah 2 tahun dan penyandang disabilitas minta aja ke satpam nomor antrian prioritas.

Yah, segitu aja tips-tips dari gw. Semoga bermanfaat jadi ga perlu bolak balik kayak gw. Capek lho bolak balik gitu. Udahlah bangun subuh, terus ternyata gagal. Pake kepeleset segala, pake ketinggalan berkasnya. Hadeuh.

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s