Daiji Ramen – Review

Woohoo.. Udah lama ga posting nih..
Why? Karena gw sibuk kuliah.. Hihi. *Sok sibuk*
Anyway, kira2 bulan kemaren (udah cukup lama sih) gw nyobain makan di Daiji Ramen di Ciwalk. Karena lagi pengen ramen n bosen dengan Gokana lagi Gokana lagi, akhirnya perut gw berlabuh di Daiji Ramen ini.
 

*INTERIOR
Pertama kita bahas interiornya dulu yah.. Daiji Ramen terdiri dari dua lantai, kebetulan gw waktu itu duduk di lantai bawah karena area non smoking. Overall interiornya didominasi warna merah, cokelat dan sedikit hitam. Pencahayaannya remang-remang gimana gitu..
  
 
Di atas adalah foto tangga (ya iyalah -.-“).. Didominasi dengan kayu sebagai railing, dan dindingnya mungkin laminate atau vinyl motif kayu gitu deh, ga yakin soalnya lihat dari jauh. Terus ditambah pigura-pigura yang mempermanis dan mengisi area kosong. 
Kalo dilihat dari pintu masuk kurang lebih seperti di atas pemandangannya. DI sebelah kiri area makan kayak bar gitu, dengan meja dan kursi tinggi, menghadap langsung ke area dapur n preparation.
Sedangkan di kanan ada beberapa meja dan kursi biasa. Area kosong di tengah buat sirkulasi. Furniturenya kelihatan sederhana banget, warna cokelat tua polos. Sedangkan lantainya juga keramik polos.

Yang bikin ruangan ini sesuatu banget adalah dinding di sebelah kanan yang dihiasi oleh grafiti yang lucu (or should I say ‘cool’). Dan mungkin furniturenya dibikin tetep simple supaya ga nabrak dengan dinding yang rame ini. Secara langsung juga menonjolkan dinding ini sebagai vocal point.
Nah, ini dia foto pintu masuknya. Dindingnya unik banget dibikin dari blok-blok beton gitu. (I don’t know the name -.-‘) Pintunya juga dibuat senada dengan dindingnya, dibentuk ‘persegi lobang-lobang’.
Sayangnya ceilingnya ga kefoto. Ceilingnya dibikin tinggi, jadi udara segar dan ruangan berkesan lebih luas. Dibuat exposed tapi tetap rapi dan dicat warna gelap.
*MENU
Nah, baru makanannya. 🙂 Sesuai namanya, di Daiji nih spesialisasinya emang ramen, ada 3 jenis ramen utama  berdasarkan rasa, yaitu Daiji Ramen rasanya gurih, Soyu Ramen rasanya asin dan satu lagi yang rasanya manis..
Terus masing-masing ada topping-toppingnya gitu, chicken katsu, ebi katsu, dll. Jadi bisa disesuaikan dengan selera kita.
Ga kayak ramen-ramen yang kita kenal yang begitu datang rasanya udah pedas, ramen disini sambalnya terpisah, jadi bisa diatur sendiri kepedasannya. Katanya yang paling recommended adalah Daiji Ramen. Rasanya gurih karena diberi santan, dan emang enak.. Selain itu, gw jg nyobain yg Ebi Katsu Soyu Ramen. Gambarnya di bawah nih. Soyu ramen rasanya lebih asin. Kalau dibandingin sama Daiji Ramen sih masih kalah, tapi tetep enak.
Btw di gambar atas tuh kalo diperhatiin ada yang item-item tuh dalam mangkok adalah jamur. Meskipun gw ga begitu suka jamur, tapi jamur disini enak, yummy..
Selain ramen ada juga menu lain yang pake nasi seperti gyudon, dll. Jadi yang ga suka makan mie bisa makan nasi. Porsinya bisa dibilang cukup lah, kenyang banget juga ga.
Rating (1-5):
Taste                  5
Presentation   4
Price                   4 (high)
Interior             4
Service              4
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s